Bismillahirrahamirrahim..
Senin, 13 Februari 2012
Puji dan syukur tak henti-hentinya kupanjatkan kehadiratMu Ya Allah. Karena semua ini berkat campur tanganMu. Engkaulah Maha Pembolak-balik hati insan di dunia. Engkau Maha Pemurah dan Penyayang yang tak pernah tidur dan selalu menemani setiap hambaMu.
Doa itu tak pernah terhenti kuucapkan saat menerima hasil pengumuman sesaat setelah sidang. Akhirnya waktu yang kunanti tiba juga. Tiga setegah tahun menjalani studi di satu kampus biru. Dan semua akhirnya berbuah manis. Apalagi hasil yang tak pernah kusangka sebelumnya.
Hm, baiklah aku pengen celoteh alias cerita tentang hari kemarin. Tapi ceritanya di fending dulu ya. ^^
Yuhu,, hari ini hari kamis. So lanjut deh ceritanya tentang sidang di hari senin. Oke
Senin itu seperti biasa aku mengantarkan mama dulu ke depan tulip. Untung saja mama hari ini perginya agak pagi. Kalau tidak entahlah bagaimana nantinya. Soalnya aku belum latihan untuk persentasi dan lagi harus ngambil makanan sendiri di pulau laut.
Nah. setelah mengantarkan mama ke depan tulip aku mampir dulu ke tempat orang jualan kue yang ada di cemara. Beli beberapa kue untuk dosen penguji. Langsung pulang ke rumah. Di rumah sih waktu itu masih menunjukkan pukul tujuh lewat lima belas menit. Memanfaatkan waktu yang ada untuk latihan persentasi sebentar.
Ealah kagak terasa sudah pukul setengah delapan ternyata. Langsung deh aku beres-beres dan berangkat. Yah, aku salah jadwal. Jam setengah delapan seperti ini sih jalanan macet. Apalagi ini hari senin pelajar yang terlambat wuittsss ibarat kata jalanan serasa nenek moyang mereka sendiri. Alias dengan kecepatan tinggi.
Sampai di Pulau Laut sekitar jam delapan kurang lima menit. Aiiihhh,,, si nasi uduk belum masak. Katanya sih baru saja memasukkan ayamnya ke penggorengan. Yo wes lah sabar menunggu.Kira-kira menunggu sepuluh menitan masak deh ayamnya.
Langsung cabut menuju kampus. Bismilillah sepanjang jalan gugup itu memang tak bisa dihilangkan. Jalan satu-satunya kubawa saja bersenandung sholawat, asmaulhusna dan membaca al insyirah. Paling tidak bisa membuat hatiku tenang.
Kampus masih sepi saat aku datang. Ya iyalah wong mahasiswa pada libur kok. Yang ada hanya beberapa buah kendaraan. Yang pasti itu kendaraan teman-temanku. Aku berjalan di kampus yang sepi. Cieee...bahasanya itu lho.
Sebelum naik ke ruang 9, aku disapa Paman Sabri dan Paman Opek. Sekalian saja minta tolong menyalakan tombol LCD. Harap maklum badanku itu kecil banget biar sudah naik kursi tetap saja tak nyampe.
Waduuhhh gugupnya semakin lama semakin menyerangku. Mana aku sendiri saja lagi di ruangan ini. Kotak kue sudah aku susun, yang lain juga sudah beres tapi kok berasa lama banget ya T_T
Next, yo wes lah aku ke depan sesambil baca-baca skiripsiku sebenanya sih sudah nggak masuk lagi. Tapi daripada aku nggak ada kerjaan.
Jam sembilan sudah lewat lima menit tapi baru ada satu dosen yang datang. Gugup ya iyalah takutnya dibatalkan. Duduk berdiri pokonya nggak karuan deh. Alhamdulillah dari kejauhan lihat dosen penguji datang. Tapi, pembimbing dua belum datang. Sudah lewat lima belas menit waktu itu. Jiiaaahhh,,aku tambah gugup nih. Dengan penuh keberanian kucoba saja untuk sms beliau. Ealah,,baru terkirim tiba-tiba beliau datang. Alhamdulillah..
Masuklah dosen penguji ke ruangan. Dag dig dug tambah kencang ni jantung berdetak. Tapi, bersyukur tiba-tiba hati ini menjadi tenang. Tangan juga nggak gemetar. Persentasi alhamdulillah lancar tapi kecewa juga sih aku persentasi kagak diperhatikan malah mereka asyik ngobrol. syukuri saja ya, jadinya aku cepat selesai persentasi.
Apa yang aku takutkan ternyata tidak terjadi. Penguji memberikan pertanyaan yang alhamdulillah bisa kujawab tanpa dibantah atau dibentak kayak di seminar dulu. Pun dengan pembimbing dua tidak bertanya justru membela dan menambahkan jawabanku. Dan pembimbing satu cuma memberikan satu pertanyaan. Hehhe
Nggak sampai satu jam aku di dalam ruang sidang hanya empat puluh lima menit saja. Nunggu pengumuman juga tidak terlalu lama. Tapi, pas aku masuk lagi ke dalam ruang sidang ealah aku dicuekin cukup lama.
Nah, pas pengumuman aku lirik-lirik t nilai. Hehhehe...sempat dikerjai juga sih. Tapi alhamdulillah nilai yang tidak pernah kukira A. Subahanallah, apalagi pembimbing dua ku yang jarang ngasih nilai tinggi memberikanku nilai yang bagiku sangat tinggi dan menutupi sehingga nilai skiripsiku A.
Ya Allah bukan senang rasanya diriku mendapat nilai seperti ini. ^^
Banajrmasin, 19 Feb 2012
Write by : Aditiya Rina Aulia
Senin, 13 Februari 2012
Minggu, 05 Februari 2012
Finally, Prepare Sidang
Bismillah....
Sambil nunggu magrib berkumandang. Nyuri waktu dulu untuk nulis di blog alias celoteh-celoteh.
Oke, kita mulai dengan hari jumat. Tanggal berapa ya ?? Lirik-lirik kalender dulu ah. Owh, ya benar tanggal 3 Februari. Ckckckk, geleng-geleng kepala sendiri. Masih baru sudah lupa dengan tanggal.
Nah, hari itu aku sudah ada janji dengan Dospem 1 untuk konsultasi. Hari kamisnya kan batal konsultasi karena ibunya sibuk dan ujian S2. Jadi, kata beliau jumat pagi saja sekalian bawa surat untuk di tanda tangani.
Nggak pagi-pagi amat juga sih aku ke kampus. Sekitar pukul setengah sembilan jam rumahku jadi ya sekitar jam 8.15 aku ke kampus. Menunggu di depan ruangan beliau yang sudah terbuka tapi tak ada satu pun orang di sana. Yo, wes aku menunggu di depan ruang beliau. Sambil mendengarkan musik dan baca-baca ya sekedar membuang kebosanan menunggu.
Alhamdulillah ada Lisa yang datang. Jadi ada kawan ngobrol deh. Intinya tak lama kemudian juga ada kawan-kawan yang lain yang akan mengumpul skiripsi. Wuuaaahhh aku ngiri dengan mereka. Ka Kencana kawan satu dospemku datang juga sekitar pukul setengah sepuluh kalau tidak salah.
Lanjut.. menunggu lah kami berharap dospem datang. Sampai jam 12 lewat juga belum datang. So, aku sih memutuskan untuk pulang dulu. Karena dospem 2 ku membalas smsku dan janjian pukul 3-an. Huuaaahhhh aku kagak ada persiapan sama sekali untuk konsul dengan beliau.
Sampai di rumah bukannya istirahat tapi malah langsung ngeprint. Alhamdulillah ya meski ngadat printernya bisa jua ngeprint. Tapi, ya itu aku nggak ada persiapan jadi terkesan seadanya banget. Untungnya aku sudah mempersiapkan daftar isis, daftar tabel tapi belum diiisi dengan halamannya. Hihihi
Alhamdullah jam 2 tepat semua selesai. Langsung berangkat ke kampus meski hujan masih rintik-rintik belum reda. Di kampus masih sepi banget. Ya jelas lah jumat begini mana ada orang mau ke kampus kecuali ada kuliah.
Kali ini aku menunggu di bawah tepatnya di depan ruang 8. Karena aku kan ada janji juga dengan dospem 2ku. Kalau-kalu beliau datang. Lama eh nggak juga ada Ka Tifah yang datang, kami sama-sama dospem 2. Semenjak skiripsi aku jadi semakin akrab dengan kakak2 tingkat yang sebelumnya tidak kenal aku sama sekali. Apalagi kalau kami satu dospem senasib deh pokoknya.
Mataku benar-benar mengantuk menunggu kedua dospem. Apalagi menjelang ashar beliau belum datang juga. So, daripada ngangur aku sesambilan membaca skiripsiku dan menambah kata-kata khususnya di pembahasan.
Ashar pun berkumandang. So, aku ke musolla untuk sholat ashar. Berdoa semoga dimudahkan dan dilancarkan semua urusan ini.
Setengah lima lewat dospem 2 ku baru muncul. Yah, lewat dari jadwal tapi nggak apa-apa lah yang penting aku dapat acc dan ttd dari beliau. Sebelumnya aku minta tolong periksakan abstarkasi bahasa inggrisku. Sebelum kami berdua keluar ruangan sambil bercanda beliau berucap, "Aku baistilah datang ke kampus, awas buhan kam kada dapat di sidang." Jiaaahhhh menakutkan, yang aku tahu tipe dospem yang juga akan menjadi pengujiku ini susah untuk memberi nilai, apalagi kalau jawaban salah.
Jamku sudah menunjukkan pukul setengah enam sore. Huaaahhhh..mataku semakin menngantuk saja. Dihubungi dospemnya hp beliau kagak aktif. So, aku dan ka kencana memutuskan untuk pulang sajalah. Semoga besok pagi ibunya ada.
Jam 12 malam aku bangun, sholat tahajud dan lanjut revisi skiripsi. Mata mulai mengantuk tapi tetap dipaksakan. Alhamdulillah pukul 3 subuh semua revisi sudah selesai. Tinggal memprint sajalah. Tapi, printku tiba-tiba aneh. Pengen bangunin adik tapi nggak tega. Ditambah lagi dengan laptopku yang hang. Huaaahhhh bagaimana ini. Mau tahu keputusanku saat itu. "TIDUR" dan semoga saat subuh aku bangun laptop dan printerku sudah membaik.
Alhamdulillah meski tidur kagak nyenyak dan cuma satu jam itu sudah lumayan lah. Dan ssetelah sholat subuh langsung kejar target lagi menyelesaikan print-an. Alhamdulillah puji syukur tak henti-hentinya kupanjatkan padamu Ya Allah printer dan laptopku kembali membaik seperti semula.
Lanjut meski diselingi dengan mengantar Mama sabtu pagi tapi tetap dengan semangat dan mata yang meredup karena masih mengantuk tetap mengantar mama. Next, jam setengah sepuluh semua baru selesai dan kelar. Langsung mandi **hihi ketahuan deh baru mandi*** sholat dhuha dan langsung ke tempat fotocopian.
Kali ini aku suka dengan hasil fotocopiannya. Bersih dan tajam hasilnya. Tidak terlalu lama juga menunggunya dan aku ketinggal dua hal berkas. Pertama tanda lunas ikoma dan kedua surat berkerudung. Langsung deh tancap gas setelah selesa fotocopi ke rumah. Jujur sih aku heran juga katanya total fotocopianku 67 ribu tapi setelah semua beres jadi 107 ribu.
Di rumah langsung deh selesaikan semua yang masih belum. ngeprint surat berkerudung dan nancap materainya. So, langsung cabut padahal aku haus dan lapar. Tahan di tahan.
Sampai di kampus tak menunggu lama kali ini. Dospem 1 ku datang sekitar sepuluh menit setelah aku datang. Menunggu beliau memanggil dan langsung di acc beliau termasuk kartu konsultasiku tapi ya harus revisi dulu sebelum dikumpul. Tak apalah biar dirombak lagi nanti sekalian.
Nah, sambil menunggu kajur yang lagi rapat aku ngobrol dengan kawan-kawan ternyata menjilid itu harganya sepuluh ribu satu jilid. Masya Allah mahal sekali. Pantas aku tadi rada binggung. Tapi, biarlah aku malas mempermasalahkan hal itu. Lagi pula tadi pagi pas ngantar mama aku dikasih suntikan dana untuk fotocopi. Lumayan Alhamdulillah ya ^^
Kagak jadi deh aku mengumpul hari itu. Tapi kagak apa-apa deh, Sesambil revisi nanti di rumah.
Dan di ahad sore aku selesai ngeprint yang kurang dan salah sambil merombak yang sudah dijilid juga sih. Tapi menunggu hujan reda baru aku ke tempat fotocopian. Ternyata di fotocopian laser yang harganya 200 seembar menjilid yang tebalnya 120 halaman itu cuma 2500. Wah, kebayang nggak sih mahal banget kemarin menjilid.
Yo, wes lah yang penting semua bisa selesai dan aku besok senin pagi ngumpul. Semoga saja aku bisa cepat mendapatkan jadwal jadi cepat juga sidangnya.
Senja berkumandang tepat celoehanku habis. So, nanti lagi lah ceelotehnya.
Yuhu,...kita sholat dulu yuk
Banjarmasin, 5 februari 2012
Sambil nunggu magrib berkumandang. Nyuri waktu dulu untuk nulis di blog alias celoteh-celoteh.
Oke, kita mulai dengan hari jumat. Tanggal berapa ya ?? Lirik-lirik kalender dulu ah. Owh, ya benar tanggal 3 Februari. Ckckckk, geleng-geleng kepala sendiri. Masih baru sudah lupa dengan tanggal.
Nah, hari itu aku sudah ada janji dengan Dospem 1 untuk konsultasi. Hari kamisnya kan batal konsultasi karena ibunya sibuk dan ujian S2. Jadi, kata beliau jumat pagi saja sekalian bawa surat untuk di tanda tangani.
Nggak pagi-pagi amat juga sih aku ke kampus. Sekitar pukul setengah sembilan jam rumahku jadi ya sekitar jam 8.15 aku ke kampus. Menunggu di depan ruangan beliau yang sudah terbuka tapi tak ada satu pun orang di sana. Yo, wes aku menunggu di depan ruang beliau. Sambil mendengarkan musik dan baca-baca ya sekedar membuang kebosanan menunggu.
Alhamdulillah ada Lisa yang datang. Jadi ada kawan ngobrol deh. Intinya tak lama kemudian juga ada kawan-kawan yang lain yang akan mengumpul skiripsi. Wuuaaahhh aku ngiri dengan mereka. Ka Kencana kawan satu dospemku datang juga sekitar pukul setengah sepuluh kalau tidak salah.
Lanjut.. menunggu lah kami berharap dospem datang. Sampai jam 12 lewat juga belum datang. So, aku sih memutuskan untuk pulang dulu. Karena dospem 2 ku membalas smsku dan janjian pukul 3-an. Huuaaahhhh aku kagak ada persiapan sama sekali untuk konsul dengan beliau.
Sampai di rumah bukannya istirahat tapi malah langsung ngeprint. Alhamdulillah ya meski ngadat printernya bisa jua ngeprint. Tapi, ya itu aku nggak ada persiapan jadi terkesan seadanya banget. Untungnya aku sudah mempersiapkan daftar isis, daftar tabel tapi belum diiisi dengan halamannya. Hihihi
Alhamdullah jam 2 tepat semua selesai. Langsung berangkat ke kampus meski hujan masih rintik-rintik belum reda. Di kampus masih sepi banget. Ya jelas lah jumat begini mana ada orang mau ke kampus kecuali ada kuliah.
Kali ini aku menunggu di bawah tepatnya di depan ruang 8. Karena aku kan ada janji juga dengan dospem 2ku. Kalau-kalu beliau datang. Lama eh nggak juga ada Ka Tifah yang datang, kami sama-sama dospem 2. Semenjak skiripsi aku jadi semakin akrab dengan kakak2 tingkat yang sebelumnya tidak kenal aku sama sekali. Apalagi kalau kami satu dospem senasib deh pokoknya.
Mataku benar-benar mengantuk menunggu kedua dospem. Apalagi menjelang ashar beliau belum datang juga. So, daripada ngangur aku sesambilan membaca skiripsiku dan menambah kata-kata khususnya di pembahasan.
Ashar pun berkumandang. So, aku ke musolla untuk sholat ashar. Berdoa semoga dimudahkan dan dilancarkan semua urusan ini.
Setengah lima lewat dospem 2 ku baru muncul. Yah, lewat dari jadwal tapi nggak apa-apa lah yang penting aku dapat acc dan ttd dari beliau. Sebelumnya aku minta tolong periksakan abstarkasi bahasa inggrisku. Sebelum kami berdua keluar ruangan sambil bercanda beliau berucap, "Aku baistilah datang ke kampus, awas buhan kam kada dapat di sidang." Jiaaahhhh menakutkan, yang aku tahu tipe dospem yang juga akan menjadi pengujiku ini susah untuk memberi nilai, apalagi kalau jawaban salah.
Jamku sudah menunjukkan pukul setengah enam sore. Huaaahhhh..mataku semakin menngantuk saja. Dihubungi dospemnya hp beliau kagak aktif. So, aku dan ka kencana memutuskan untuk pulang sajalah. Semoga besok pagi ibunya ada.
Jam 12 malam aku bangun, sholat tahajud dan lanjut revisi skiripsi. Mata mulai mengantuk tapi tetap dipaksakan. Alhamdulillah pukul 3 subuh semua revisi sudah selesai. Tinggal memprint sajalah. Tapi, printku tiba-tiba aneh. Pengen bangunin adik tapi nggak tega. Ditambah lagi dengan laptopku yang hang. Huaaahhhh bagaimana ini. Mau tahu keputusanku saat itu. "TIDUR" dan semoga saat subuh aku bangun laptop dan printerku sudah membaik.
Alhamdulillah meski tidur kagak nyenyak dan cuma satu jam itu sudah lumayan lah. Dan ssetelah sholat subuh langsung kejar target lagi menyelesaikan print-an. Alhamdulillah puji syukur tak henti-hentinya kupanjatkan padamu Ya Allah printer dan laptopku kembali membaik seperti semula.
Lanjut meski diselingi dengan mengantar Mama sabtu pagi tapi tetap dengan semangat dan mata yang meredup karena masih mengantuk tetap mengantar mama. Next, jam setengah sepuluh semua baru selesai dan kelar. Langsung mandi **hihi ketahuan deh baru mandi*** sholat dhuha dan langsung ke tempat fotocopian.
Kali ini aku suka dengan hasil fotocopiannya. Bersih dan tajam hasilnya. Tidak terlalu lama juga menunggunya dan aku ketinggal dua hal berkas. Pertama tanda lunas ikoma dan kedua surat berkerudung. Langsung deh tancap gas setelah selesa fotocopi ke rumah. Jujur sih aku heran juga katanya total fotocopianku 67 ribu tapi setelah semua beres jadi 107 ribu.
Di rumah langsung deh selesaikan semua yang masih belum. ngeprint surat berkerudung dan nancap materainya. So, langsung cabut padahal aku haus dan lapar. Tahan di tahan.
Sampai di kampus tak menunggu lama kali ini. Dospem 1 ku datang sekitar sepuluh menit setelah aku datang. Menunggu beliau memanggil dan langsung di acc beliau termasuk kartu konsultasiku tapi ya harus revisi dulu sebelum dikumpul. Tak apalah biar dirombak lagi nanti sekalian.
Nah, sambil menunggu kajur yang lagi rapat aku ngobrol dengan kawan-kawan ternyata menjilid itu harganya sepuluh ribu satu jilid. Masya Allah mahal sekali. Pantas aku tadi rada binggung. Tapi, biarlah aku malas mempermasalahkan hal itu. Lagi pula tadi pagi pas ngantar mama aku dikasih suntikan dana untuk fotocopi. Lumayan Alhamdulillah ya ^^
Kagak jadi deh aku mengumpul hari itu. Tapi kagak apa-apa deh, Sesambil revisi nanti di rumah.
Dan di ahad sore aku selesai ngeprint yang kurang dan salah sambil merombak yang sudah dijilid juga sih. Tapi menunggu hujan reda baru aku ke tempat fotocopian. Ternyata di fotocopian laser yang harganya 200 seembar menjilid yang tebalnya 120 halaman itu cuma 2500. Wah, kebayang nggak sih mahal banget kemarin menjilid.
Yo, wes lah yang penting semua bisa selesai dan aku besok senin pagi ngumpul. Semoga saja aku bisa cepat mendapatkan jadwal jadi cepat juga sidangnya.
Senja berkumandang tepat celoehanku habis. So, nanti lagi lah ceelotehnya.
Yuhu,...kita sholat dulu yuk
Banjarmasin, 5 februari 2012
Selasa, 31 Januari 2012
H2C
Bismillahirrahmanirrahim...
H2C alias harap-harap cemas inilah yang aku rasakan sekarang. Bagaimana tidak hari ini Dospem 1 belum juga memberikan persetujuan. Konsultasi pun gagal, karena beliau sibuk. Dan ada kemungkinan besar skiripsiku pasti akan direvisi lagi, di suruh nyari tambahan teori. Itu pasti sepertinya.
Sayang seribu sayang. Hari ini tadi aku ketemu dengan Dospem 2. Beliau menyapaku dengan sapaan "Hallo, kamu nyari saya ?"
Waduh, memang keberuntungan bisa ketemu beliau hari ini. Tapi sayang dospem 1 belum acc. Aku berharap sih paling tidak jumat pagi beliau sudah acc. Karena kalau tidak aku tak tahu lagi BAAK mau menerima atau tidak. Sabtu libur dan itu sangat tidak memungkin untuk diundur lagi. Ya Allah...
Inilah mungkin namanya sensasi skiripsi. Tidak semudah ketika kuliah biasa yang paling hanya datang, duduk, diam dan dengarkan saja. Dan belajar di malam sebelum final. Tapi, ini bisa saja jadi pengalamanku nanti.
Jadi, pengen buat tulisan tentang skiripsi. Yo, wes lah nanti saja nulisnya. Kebiasaan buruk menunda-nunda sesuatu.Ckckckck **geleng-geleng kepala sendiri**
Ops, minggu depan aku bakalan tes toefl ulang lagi. Yah, harap maklum lah nilaku tidak memenuhi target 400. Cuma 380 saja, ckckkck..
Heran juga hari ini kok aku nulisnya agak serius ya !! Mungkin ini bawaan dari kampus tadi kali ya bawaan kecewa dan harap-harap cemas.
Semoga saja besok hati dospemku dibukakan oleh Allah untuk acc dan setuju untuk maju sidang. Aku pengen cepat selesai semuanya.
Bjm, 1-2--2012
Siang dengan segala keletihan
H2C alias harap-harap cemas inilah yang aku rasakan sekarang. Bagaimana tidak hari ini Dospem 1 belum juga memberikan persetujuan. Konsultasi pun gagal, karena beliau sibuk. Dan ada kemungkinan besar skiripsiku pasti akan direvisi lagi, di suruh nyari tambahan teori. Itu pasti sepertinya.
Sayang seribu sayang. Hari ini tadi aku ketemu dengan Dospem 2. Beliau menyapaku dengan sapaan "Hallo, kamu nyari saya ?"
Waduh, memang keberuntungan bisa ketemu beliau hari ini. Tapi sayang dospem 1 belum acc. Aku berharap sih paling tidak jumat pagi beliau sudah acc. Karena kalau tidak aku tak tahu lagi BAAK mau menerima atau tidak. Sabtu libur dan itu sangat tidak memungkin untuk diundur lagi. Ya Allah...
Inilah mungkin namanya sensasi skiripsi. Tidak semudah ketika kuliah biasa yang paling hanya datang, duduk, diam dan dengarkan saja. Dan belajar di malam sebelum final. Tapi, ini bisa saja jadi pengalamanku nanti.
Jadi, pengen buat tulisan tentang skiripsi. Yo, wes lah nanti saja nulisnya. Kebiasaan buruk menunda-nunda sesuatu.Ckckckck **geleng-geleng kepala sendiri**
Ops, minggu depan aku bakalan tes toefl ulang lagi. Yah, harap maklum lah nilaku tidak memenuhi target 400. Cuma 380 saja, ckckkck..
Heran juga hari ini kok aku nulisnya agak serius ya !! Mungkin ini bawaan dari kampus tadi kali ya bawaan kecewa dan harap-harap cemas.
Semoga saja besok hati dospemku dibukakan oleh Allah untuk acc dan setuju untuk maju sidang. Aku pengen cepat selesai semuanya.
Bjm, 1-2--2012
Siang dengan segala keletihan
Hujan Oh Hujan
Tik..tik..
Bunyi hujan di atas genting
Airnya turun tidak terkira
Cobalah tengok dahan dan genting
Dahan dan genting basah semua..
Dari pagi banjarmasin diguyur hujan. Maksud hati pengen konsultasi ke kampus, tapi apa daya hujan. Bisa sih kalau pake jas hujan, apalagi aku paling suka hujan-hujanan. Tapi, dipikir-pikir kalau hujan-hujan ke kampus belum tentu juga kan beliau ada. Gubrak deh pola pikirku ini. Ckckck
Hm, binggung juga mau ngapain di rumah. Pengen tidur kagak mengantuk, pengen nonton tv kagak ada yang rame, revisi skiripsi lagi mudeng, nulis cerpen kagak ide. Ckckck bahasa banjarnya "sarabanya". So, pilihan jatuh lah nyeloteh di blog. Tapi, binggung juga mau nyeloteh apa di ini blog. Hahaha...
Nah ini dia iseng-iseng duduk di depan jendela ngambil foto depan rumah kala hujan.
Yah, air hujannya kagak keliatan. Cuma basahnya saja.
Hm, muter-muter otak mau celoteh apa ya. Aha...mendingan aku celoteh kisah my mom's kemarin sabtu saja ya. Kayaknya kisah ini berguna juga lho terutama untuk ortu. So, daripada kebanyakan basa-basi mending dengarkan saja ya.
My mom's kan guru SMP, meski SMP nya terletak di kota banjarmasin. Tapi ini SMP jauh banget tempatnya. Di ujung kota banjarmasin mana banyak yang bilang SMP sisa. Yo, wes lah mau bilang SMP apa saja.
Sabtu itu diisi dengan beres-beres kelas, nyapu, lap kaca motong rerumputan dan yang lainnya. Maklum senin mau ada try out alias uji coba kelas 3.Nah, selesai semua beres anak-anak dikumpulkan di lapangan biasalah diberi pengarahan ini dan itu.
Nah, waktu my mom's mau ke ruang dewan guru dan melewati beberapa kelas tiba-tiba mendengar suara orang menangis. Binggung dong masa siang-siang ada hantu nangis. Ckckkck, siswa nggak mungkin dong ada di kelas wong mereka semua dikumpulkan di lapangan.
Saking penasaran my mom's mencoba meliat masing-masing kelas mencari sumber suara itu. Dan ketemulah sumber suaranya dari kelas IE. Ealah..ternyata di kelas ada 3 orang anak. 2 orang anak berkelahi satunya lagi duduk di sudut kelas sedang menghisap lem fox. Ckckckck
Diteriaki kagak mau berhenti juga berkelahinya. Wajar kali ya cowok berkelahi memang seram. So, my mom's membalik meja. Wuits, keren itu rupanya bisa menghentikan perkelahian itu. Tiga anak itu langsung deh disuruh ke ruang pengawas harian. Eits, mata my mom's emang tajam euy lihat satu anak masukin hp ke dalam tasnya.
Kalau boleh jujur my mom's serem banget kalau lagi marah. Alhamdulillah beliau kagak bisa ngamuk di rumah kayak ngamuk di sekolah. Maklum kata beliau di sekolah itu anak-anaknya kayak anak harimau kagak bisa dilembut-lembuti. Hihihi
Nah, di ruang pengawas biasalah pasti dong guru marah kalau ada yang berkelahi. Apalagi my mom's minta salah satu guru untuk membongkar tas salah satu anak. Dan ternyata mata my mm's tidak salah emang ada satu hp di dalam tas anak itu.
Diadili lah mereka bertiga yang dua orang berkelahi sampai bengkak-bengkak dan berdarah muka yang satunya lagi menghisap lem fox.
***Nyambung ntar deh ceritanya ya, alhamdulillah hujan sudah reda. So, berangkat ngampus dulu, semoga dospembnya ada***
Sambil nunggu azan maghrib, yuk lajut dengar celotehanku sambugan kemarin.
Gini nih pas mereka lagi diadili dengan segala macam kemarahan dari guru-guru termasuk my mom's tiba-tiba datang sesosok pria. Aih, wajahnya menakutkan karena marah. Kagak pake salam, langsung nyamber kayak gledek marah-marah. Jelas sajalah semua yang ada di ruangan itu kaget.
Ternyata eh ternyata itu orang bapaknya salah satu anak yang berkelahi. My mom's yang saat itu ada di ruangan bersama dua orang guru laki-laki mencoba menyabarkan itu orang. Ealah tambah emosi, apalagi itu orang ternyata tentara dan dia mau menembak si anak yang menjadi musuh anaknya.
Jelaslah sudah semuanya refleks. Apalagi mamaku yang ada di samping si anak yang mau di tembak. Sedikit saja peluru itu keluar dari sarangnya yang kena duluan pastilah my mom's.
Alhamdulillah itu orang bisa disabarkan. Tapi malah memarahi dan mencaci maki guru-guru. Malah mengatakan guru-guru preman lagi. Binggung juga itu orang padahal dia besar dan mendapatkan ilmu dari guru kan.
Finally, pihak sekolah mengeluarkan si anak. Dan ortunya mengancam akan membawa masalah ini ke ranah hukum dan media massa. Tapi, yang namanya orang nggak salah yang pasti tidak akan takut. Mau di bawa ke mana saja oke. Kata guru-gurunya.
Sedangkan si anak yang di mau ditembak tadi diantarkan pulang oleh guru laki-laki. Sebenarnya my mom's takut juga sih mental si anak tadi jadi drop dan takut ke sekolah. Apalagi sudah dua hari senin dan selasa kagak masuk. Yah, semoga saja si anak cuma perlu waktu istirahat.
Hm, inilah dunia pendidikan. Di sekolah itu kalaupun ada masalah jangan selalu menyalahkan guru. Dan lagi kalau anak yang bertengkar ya cobalah dilerai jangan selalu main hakim sendiri, menyalahkan orang lain.
Yo wes, lah sudah magrib.
Sholat, makan lanjut skiripsi.
Semoga saja besok dospemku sudah acc dan mau ttd. Amiinn ^^
Banjarmasin, 31 Januari 2012
Di saat senja mulai bergema ^^
Bunyi hujan di atas genting
Airnya turun tidak terkira
Cobalah tengok dahan dan genting
Dahan dan genting basah semua..
Dari pagi banjarmasin diguyur hujan. Maksud hati pengen konsultasi ke kampus, tapi apa daya hujan. Bisa sih kalau pake jas hujan, apalagi aku paling suka hujan-hujanan. Tapi, dipikir-pikir kalau hujan-hujan ke kampus belum tentu juga kan beliau ada. Gubrak deh pola pikirku ini. Ckckck
Hm, binggung juga mau ngapain di rumah. Pengen tidur kagak mengantuk, pengen nonton tv kagak ada yang rame, revisi skiripsi lagi mudeng, nulis cerpen kagak ide. Ckckck bahasa banjarnya "sarabanya". So, pilihan jatuh lah nyeloteh di blog. Tapi, binggung juga mau nyeloteh apa di ini blog. Hahaha...
Nah ini dia iseng-iseng duduk di depan jendela ngambil foto depan rumah kala hujan.
Yah, air hujannya kagak keliatan. Cuma basahnya saja.
Hm, muter-muter otak mau celoteh apa ya. Aha...mendingan aku celoteh kisah my mom's kemarin sabtu saja ya. Kayaknya kisah ini berguna juga lho terutama untuk ortu. So, daripada kebanyakan basa-basi mending dengarkan saja ya.
My mom's kan guru SMP, meski SMP nya terletak di kota banjarmasin. Tapi ini SMP jauh banget tempatnya. Di ujung kota banjarmasin mana banyak yang bilang SMP sisa. Yo, wes lah mau bilang SMP apa saja.
Sabtu itu diisi dengan beres-beres kelas, nyapu, lap kaca motong rerumputan dan yang lainnya. Maklum senin mau ada try out alias uji coba kelas 3.Nah, selesai semua beres anak-anak dikumpulkan di lapangan biasalah diberi pengarahan ini dan itu.
Nah, waktu my mom's mau ke ruang dewan guru dan melewati beberapa kelas tiba-tiba mendengar suara orang menangis. Binggung dong masa siang-siang ada hantu nangis. Ckckkck, siswa nggak mungkin dong ada di kelas wong mereka semua dikumpulkan di lapangan.
Saking penasaran my mom's mencoba meliat masing-masing kelas mencari sumber suara itu. Dan ketemulah sumber suaranya dari kelas IE. Ealah..ternyata di kelas ada 3 orang anak. 2 orang anak berkelahi satunya lagi duduk di sudut kelas sedang menghisap lem fox. Ckckckck
Diteriaki kagak mau berhenti juga berkelahinya. Wajar kali ya cowok berkelahi memang seram. So, my mom's membalik meja. Wuits, keren itu rupanya bisa menghentikan perkelahian itu. Tiga anak itu langsung deh disuruh ke ruang pengawas harian. Eits, mata my mom's emang tajam euy lihat satu anak masukin hp ke dalam tasnya.
Kalau boleh jujur my mom's serem banget kalau lagi marah. Alhamdulillah beliau kagak bisa ngamuk di rumah kayak ngamuk di sekolah. Maklum kata beliau di sekolah itu anak-anaknya kayak anak harimau kagak bisa dilembut-lembuti. Hihihi
Nah, di ruang pengawas biasalah pasti dong guru marah kalau ada yang berkelahi. Apalagi my mom's minta salah satu guru untuk membongkar tas salah satu anak. Dan ternyata mata my mm's tidak salah emang ada satu hp di dalam tas anak itu.
Diadili lah mereka bertiga yang dua orang berkelahi sampai bengkak-bengkak dan berdarah muka yang satunya lagi menghisap lem fox.
***Nyambung ntar deh ceritanya ya, alhamdulillah hujan sudah reda. So, berangkat ngampus dulu, semoga dospembnya ada***
Sambil nunggu azan maghrib, yuk lajut dengar celotehanku sambugan kemarin.
Gini nih pas mereka lagi diadili dengan segala macam kemarahan dari guru-guru termasuk my mom's tiba-tiba datang sesosok pria. Aih, wajahnya menakutkan karena marah. Kagak pake salam, langsung nyamber kayak gledek marah-marah. Jelas sajalah semua yang ada di ruangan itu kaget.
Ternyata eh ternyata itu orang bapaknya salah satu anak yang berkelahi. My mom's yang saat itu ada di ruangan bersama dua orang guru laki-laki mencoba menyabarkan itu orang. Ealah tambah emosi, apalagi itu orang ternyata tentara dan dia mau menembak si anak yang menjadi musuh anaknya.
Jelaslah sudah semuanya refleks. Apalagi mamaku yang ada di samping si anak yang mau di tembak. Sedikit saja peluru itu keluar dari sarangnya yang kena duluan pastilah my mom's.
Alhamdulillah itu orang bisa disabarkan. Tapi malah memarahi dan mencaci maki guru-guru. Malah mengatakan guru-guru preman lagi. Binggung juga itu orang padahal dia besar dan mendapatkan ilmu dari guru kan.
Finally, pihak sekolah mengeluarkan si anak. Dan ortunya mengancam akan membawa masalah ini ke ranah hukum dan media massa. Tapi, yang namanya orang nggak salah yang pasti tidak akan takut. Mau di bawa ke mana saja oke. Kata guru-gurunya.
Sedangkan si anak yang di mau ditembak tadi diantarkan pulang oleh guru laki-laki. Sebenarnya my mom's takut juga sih mental si anak tadi jadi drop dan takut ke sekolah. Apalagi sudah dua hari senin dan selasa kagak masuk. Yah, semoga saja si anak cuma perlu waktu istirahat.
Hm, inilah dunia pendidikan. Di sekolah itu kalaupun ada masalah jangan selalu menyalahkan guru. Dan lagi kalau anak yang bertengkar ya cobalah dilerai jangan selalu main hakim sendiri, menyalahkan orang lain.
Yo wes, lah sudah magrib.
Sholat, makan lanjut skiripsi.
Semoga saja besok dospemku sudah acc dan mau ttd. Amiinn ^^
Banjarmasin, 31 Januari 2012
Di saat senja mulai bergema ^^
Minggu, 29 Januari 2012
Amanah lagi amanah lagi
Huaaaahhhhhh.....
Aku cuma pengen teriak sekencang-kencangnya.
Ahad, 29 Januari 2012. Akhir bulan pertama di tahun 2012. Skiripsiku masih belum juga di acc. Mana hari ini LPJ FLP. Tadi malam aku begadang kagak lihat jam sampai jam berapa sekalian chatting juga sih. Begadang ngerjain skiripsi Bu ??
Owh bukan, begadang menyelesaikan LPJ sekretaris.
Gubrak...
Mendapati tak ada file satu pun yang tersisa punya FLP di tahun 2010 dan awal 2011, justru nambah aku mumet njelemet. Kagak tahu lagi deh bekal yang aku pake cuma memori saja. Lihat-lihat foto kegiatan dari hp dan beberapa surat-surat dari file yang masih tersisa. Tapi, inventaris kagak sanggup deh bongkar-bongkar lemari lagi. So, inventaris yang dilaporkan sekenanya saja. Hehehe..
Pagi ahad aku kelimpungan padahal sudah bangun subuh-subuh lebih awal dari biasanya. Ada order dari customer untuk pin kayu-ku. Salahku juga sih sudah tahu ada ilmunya di kampu untuk bikin kartu stok barang. Eh, kagak aku aplikasikan. Jadi ribet deh nyari-nyari pesanan sesuai motif yang dipesan. Packing-packing pin kayu eh tahu-tahu sudah jam tujuh lima belas.
Mana adikku belum datang lagi. Aku harus ke Alalak selatan ada pembinaan Rumah Zakat tapi perutku belum diisi. Hik, hika
Finally, orang yang ditunggu datangnya jam 8. Ckckck ini anak sudah dibilangi jangan kelamaan beli nasinya. Cuma nyipi satu sendok saja. Kagak sempat makan lah dan aku tidak terbiasa makan terburu-buru. Padahal menunya nasi kuning cempaka dengan dagingnya ya hmmm luar biasa enaknya.
Eits, sebelum pergi buka koran dulu euiy. Alhamdulillah ya namaku terpampang. Maksudnya cerpenku nongol di BPost. Lama tak pernah mengirim cerpen ke media, jangankan mengirim nulis aja jarang banget. Hehee
Let's go cabut ke Alalak. Pamitan sama ortu dan berangkat dengan pendamping setiaku "vega R merah ". Pembinaan ya seperti biasa. Hari ini aku nggak punya materi pembinaan apalgi games. So, diisi dengan tilawah dan cerita dari mereka. Eh, mereka malah minta sholat dhuha berjamaah. Subahanallah. Senangnya diriku kali ini mereka sendiri yang minta.
Prakteknya tentu saja diiringi dengan candaan mereka. Apalagi mukena yang kedodoran karena memang tidak ada muken yang seukuran dengan mereka. Alhamdulillah mukenanya pas ternyata untuk 8 orang anak. Aduh-aduh mengatasi sikap anak-anak memang gampang-gampang susah euy. Lama mereka bercandanya daripada sholatnya. Tapi, lucu juga sih melihat sikap mereka.
Hm, rencananya sih aku bisa menyelesaikan pembinaan jam setengah sepuluh tapi malah molor jam 10. Anak-anak kagak mau pulang eh diajak mereka bercanda. Ckckck..
Jam sepuluh aku langsung cabut lagi ke sabilal. Sepertinya akan terlambat. Dan benar saja aku terlambat. Untungnya acara belum dimulai, hehehe
LPJ dilaporkan masing-masing divisi. Padahal sih divisi-divisi itu ada beberapa tapi yang tersisa hanya 3. Sekretaris, bendahara dan kaderisasi. Dan aku baru lihat jadwal kalau sampai jam sore. Wuahhh...tidak mungkin skiripsiku masih perlu revisi dan perlu download beberapa bahan lagi.
So, aku jadi "tumbal" lagi yang kedua untuk jadi calon ketua FLP. Daripada mumet dan berpikir saat ditanya yo wes aku bilang saja Insya Allah bersedia. Yah, dari rumah memang aku sudah memanajemen waktuku. Kalau tidak takkan mungkin selesai revisiku.
Finally, aku seperti cinderella yang pulang jam dua belas. Tapi cinderella ini bukan pulang jam dua belas tapi waktu azan zuhur. Kabur dulu ah, visi dan misi saja tadi aku sebut ngarut. Masalahnya aku tidak pernah ada niat untuk menjadi ketua dan satu lagi aku pengen pensiun jadi pengurus.
Tapi, apa mau dikata jadi ketua tidak eh malah nambah lagi kerjaan. Katanya sih ditunjuk jadi bedum alias bendahara umum. Kali ini bedum tidak hanya sekedar kelola kas saja tapi juga membawahi danus. Tidddaaaakkkk.....
Protes ke sana kemari termasuk sama ketua terpilih tetap saja diacuhkan. Aku ini mau pensiun dan isthirat dari segala macam yang namanya pengurus dan mengurusi organisasi. Tapi kenapa tetap diamanahi.
Jar mama sholatt hajat lagi. Mudahan hati ketua terbalik dan membatalkan amanah untukku. Aku cuma ingin anggota pendamping saja kagak perlu ada jabatan-jabatan lagi. Mumet mikirinnya dan takut tidak komitmen. Kalau pun boleh jujur selama menggantikan jadi sekretaris saat perombakan kabinet yang dulu itu sudah menolak dan tapi tetap diterima karena pertimbangan cukup setahun. Ealahh justru aku di "tumbalkan" ketua yang dulu mau menerima dan terpilih jadi ketua.
Dan aku dapat amanah jadi sekretaris. Nah, 2 tahun itu bagiku rasanya panjanggggg banget. Mengembannya itu berat pengen mundur tapi sudah komitmen. Lanjutkan sampai kemarin berakhir. Berharap setelah berakhir menyapaikan LPJ ya wes aku bebas tugas. Ealah..malah dapat amanah lagi jadi bedum. Mana tugasnya tambah berat lagi sekalian danus. Jiaaahhhh.... Aku pengen lari, pengen kabur.....
Nambah panjang ini kayaknya urusan.
Skiripsi bikin mumet eh ditambah amanah baru.
Banjarmasin, 30 Januari 2012
saat hujan perlahan mulai mengguyur banjarmasin
Aku cuma pengen teriak sekencang-kencangnya.
Ahad, 29 Januari 2012. Akhir bulan pertama di tahun 2012. Skiripsiku masih belum juga di acc. Mana hari ini LPJ FLP. Tadi malam aku begadang kagak lihat jam sampai jam berapa sekalian chatting juga sih. Begadang ngerjain skiripsi Bu ??
Owh bukan, begadang menyelesaikan LPJ sekretaris.
Gubrak...
Mendapati tak ada file satu pun yang tersisa punya FLP di tahun 2010 dan awal 2011, justru nambah aku mumet njelemet. Kagak tahu lagi deh bekal yang aku pake cuma memori saja. Lihat-lihat foto kegiatan dari hp dan beberapa surat-surat dari file yang masih tersisa. Tapi, inventaris kagak sanggup deh bongkar-bongkar lemari lagi. So, inventaris yang dilaporkan sekenanya saja. Hehehe..
Pagi ahad aku kelimpungan padahal sudah bangun subuh-subuh lebih awal dari biasanya. Ada order dari customer untuk pin kayu-ku. Salahku juga sih sudah tahu ada ilmunya di kampu untuk bikin kartu stok barang. Eh, kagak aku aplikasikan. Jadi ribet deh nyari-nyari pesanan sesuai motif yang dipesan. Packing-packing pin kayu eh tahu-tahu sudah jam tujuh lima belas.
Mana adikku belum datang lagi. Aku harus ke Alalak selatan ada pembinaan Rumah Zakat tapi perutku belum diisi. Hik, hika
Finally, orang yang ditunggu datangnya jam 8. Ckckck ini anak sudah dibilangi jangan kelamaan beli nasinya. Cuma nyipi satu sendok saja. Kagak sempat makan lah dan aku tidak terbiasa makan terburu-buru. Padahal menunya nasi kuning cempaka dengan dagingnya ya hmmm luar biasa enaknya.
Eits, sebelum pergi buka koran dulu euiy. Alhamdulillah ya namaku terpampang. Maksudnya cerpenku nongol di BPost. Lama tak pernah mengirim cerpen ke media, jangankan mengirim nulis aja jarang banget. Hehee
Let's go cabut ke Alalak. Pamitan sama ortu dan berangkat dengan pendamping setiaku "vega R merah ". Pembinaan ya seperti biasa. Hari ini aku nggak punya materi pembinaan apalgi games. So, diisi dengan tilawah dan cerita dari mereka. Eh, mereka malah minta sholat dhuha berjamaah. Subahanallah. Senangnya diriku kali ini mereka sendiri yang minta.
Prakteknya tentu saja diiringi dengan candaan mereka. Apalagi mukena yang kedodoran karena memang tidak ada muken yang seukuran dengan mereka. Alhamdulillah mukenanya pas ternyata untuk 8 orang anak. Aduh-aduh mengatasi sikap anak-anak memang gampang-gampang susah euy. Lama mereka bercandanya daripada sholatnya. Tapi, lucu juga sih melihat sikap mereka.
Hm, rencananya sih aku bisa menyelesaikan pembinaan jam setengah sepuluh tapi malah molor jam 10. Anak-anak kagak mau pulang eh diajak mereka bercanda. Ckckck..
Jam sepuluh aku langsung cabut lagi ke sabilal. Sepertinya akan terlambat. Dan benar saja aku terlambat. Untungnya acara belum dimulai, hehehe
LPJ dilaporkan masing-masing divisi. Padahal sih divisi-divisi itu ada beberapa tapi yang tersisa hanya 3. Sekretaris, bendahara dan kaderisasi. Dan aku baru lihat jadwal kalau sampai jam sore. Wuahhh...tidak mungkin skiripsiku masih perlu revisi dan perlu download beberapa bahan lagi.
So, aku jadi "tumbal" lagi yang kedua untuk jadi calon ketua FLP. Daripada mumet dan berpikir saat ditanya yo wes aku bilang saja Insya Allah bersedia. Yah, dari rumah memang aku sudah memanajemen waktuku. Kalau tidak takkan mungkin selesai revisiku.
Finally, aku seperti cinderella yang pulang jam dua belas. Tapi cinderella ini bukan pulang jam dua belas tapi waktu azan zuhur. Kabur dulu ah, visi dan misi saja tadi aku sebut ngarut. Masalahnya aku tidak pernah ada niat untuk menjadi ketua dan satu lagi aku pengen pensiun jadi pengurus.
Tapi, apa mau dikata jadi ketua tidak eh malah nambah lagi kerjaan. Katanya sih ditunjuk jadi bedum alias bendahara umum. Kali ini bedum tidak hanya sekedar kelola kas saja tapi juga membawahi danus. Tidddaaaakkkk.....
Protes ke sana kemari termasuk sama ketua terpilih tetap saja diacuhkan. Aku ini mau pensiun dan isthirat dari segala macam yang namanya pengurus dan mengurusi organisasi. Tapi kenapa tetap diamanahi.
Jar mama sholatt hajat lagi. Mudahan hati ketua terbalik dan membatalkan amanah untukku. Aku cuma ingin anggota pendamping saja kagak perlu ada jabatan-jabatan lagi. Mumet mikirinnya dan takut tidak komitmen. Kalau pun boleh jujur selama menggantikan jadi sekretaris saat perombakan kabinet yang dulu itu sudah menolak dan tapi tetap diterima karena pertimbangan cukup setahun. Ealahh justru aku di "tumbalkan" ketua yang dulu mau menerima dan terpilih jadi ketua.
Dan aku dapat amanah jadi sekretaris. Nah, 2 tahun itu bagiku rasanya panjanggggg banget. Mengembannya itu berat pengen mundur tapi sudah komitmen. Lanjutkan sampai kemarin berakhir. Berharap setelah berakhir menyapaikan LPJ ya wes aku bebas tugas. Ealah..malah dapat amanah lagi jadi bedum. Mana tugasnya tambah berat lagi sekalian danus. Jiaaahhhh.... Aku pengen lari, pengen kabur.....
Nambah panjang ini kayaknya urusan.
Skiripsi bikin mumet eh ditambah amanah baru.
Banjarmasin, 30 Januari 2012
saat hujan perlahan mulai mengguyur banjarmasin
Minggu, 01 Januari 2012
Kagak ada judul
Bismillahirrahmanirrahim....
Huahhha...
Ups..kenyaringan ya teriakannya. Hihiiii..
Habisnya lagi titiknya jenuh, bosan, bete dan sejenisnya yang cukup tinggi dan pengen teriak.. HUuuuuaaaaaaaaaahhhh...
Tapi, sudah lah mau dibawa enjoy saja dulu. Nulis di blog dengan kata-kata dan gaya bahasa sesukaku tapi tetap ada batas-batas kewajarannya juga lho. Ibarat opini audit itu namanya masih wajar tanpa pengeculian.Hahhhaa..
Yoo wes lah, menuangkan cerita selama seminggu di sini saja ya.
Senin, 26 Desember 2011
Ngampus buat konsultasi. seperti biasa aku pergi dari rumah pukul setengah sebelas. Nunggu di depan ruangan dospem, ketemu teman ngobrol makan siang. Eh, iseng-iseng pas azan zuhur ke pojok BEJ, ternyata ada dospem 1. Alhamdulillah ya bisa juga konsul.
Hm, berhubung dospem sibuk so menunggu itu tidak jadi masalh untukku asalkan bisa konsul. Tapi, dospem yang satu ini kagak mau ttd kartu konsul kata beliau nanti sajalah. Tapi tetap aku punya buku catatan untuk konsultasi sendiri. Saran beliau tetap juga kalo bisa hipotesisku itu jangan langsung tapi ada teori dan penelitian terdahulu istilahnya itu ada basa-basi dulu lah.
Data pembiayaan yang kupikir harus melampirkan laporan keuangan juga kagak perlu. Kata beliau cukup ketik saja tidak perlu lampiran laporan keuangan. Alhamdulillah ya baik dospemku.
hehehe...
Nah, kamisnya tanggal 29 des 2011 aku ikut pelatihan spss. Ckckck,,,tambah mumet deh kepalaku . Cara menjalankan aplikasinya belum lagi hasil output dan menafsirkannya. Dan satu lagi nyari referensi buku yang benar-benar aman untuk mendukung hasil output spss. Hedeh..hedeh...mumet kepalaku.
Baru jam 12 siang kepalaku sudah mulai sakit saat pelatihan. Maklumlah aku cuma makan pagi dan nggak ada cemilan lagi yang masuk ke perut. Biar langsing-langsing begini aku itu mencoba untuk mengemil diantara pukul 10-11. Maklumlah maag..hhahahaa
Juma'at 30 des 2011
Alhamdulillah hari itu aku masih diberikan umur panjang. Puasa sunat dulu karena hari lahirku menurut kalender hijrah. Mudah2an urusanku dilancarkan hajat juga dilancarkan dan dikabulkan. Amiinn
Huahhha...
Ups..kenyaringan ya teriakannya. Hihiiii..
Habisnya lagi titiknya jenuh, bosan, bete dan sejenisnya yang cukup tinggi dan pengen teriak.. HUuuuuaaaaaaaaaahhhh...
Tapi, sudah lah mau dibawa enjoy saja dulu. Nulis di blog dengan kata-kata dan gaya bahasa sesukaku tapi tetap ada batas-batas kewajarannya juga lho. Ibarat opini audit itu namanya masih wajar tanpa pengeculian.Hahhhaa..
Yoo wes lah, menuangkan cerita selama seminggu di sini saja ya.
Senin, 26 Desember 2011
Ngampus buat konsultasi. seperti biasa aku pergi dari rumah pukul setengah sebelas. Nunggu di depan ruangan dospem, ketemu teman ngobrol makan siang. Eh, iseng-iseng pas azan zuhur ke pojok BEJ, ternyata ada dospem 1. Alhamdulillah ya bisa juga konsul.
Hm, berhubung dospem sibuk so menunggu itu tidak jadi masalh untukku asalkan bisa konsul. Tapi, dospem yang satu ini kagak mau ttd kartu konsul kata beliau nanti sajalah. Tapi tetap aku punya buku catatan untuk konsultasi sendiri. Saran beliau tetap juga kalo bisa hipotesisku itu jangan langsung tapi ada teori dan penelitian terdahulu istilahnya itu ada basa-basi dulu lah.
Data pembiayaan yang kupikir harus melampirkan laporan keuangan juga kagak perlu. Kata beliau cukup ketik saja tidak perlu lampiran laporan keuangan. Alhamdulillah ya baik dospemku.
hehehe...
Nah, kamisnya tanggal 29 des 2011 aku ikut pelatihan spss. Ckckck,,,tambah mumet deh kepalaku . Cara menjalankan aplikasinya belum lagi hasil output dan menafsirkannya. Dan satu lagi nyari referensi buku yang benar-benar aman untuk mendukung hasil output spss. Hedeh..hedeh...mumet kepalaku.
Baru jam 12 siang kepalaku sudah mulai sakit saat pelatihan. Maklumlah aku cuma makan pagi dan nggak ada cemilan lagi yang masuk ke perut. Biar langsing-langsing begini aku itu mencoba untuk mengemil diantara pukul 10-11. Maklumlah maag..hhahahaa
Juma'at 30 des 2011
Alhamdulillah hari itu aku masih diberikan umur panjang. Puasa sunat dulu karena hari lahirku menurut kalender hijrah. Mudah2an urusanku dilancarkan hajat juga dilancarkan dan dikabulkan. Amiinn
Jumat, 23 Desember 2011
Konsultasi 1 habis seminar
Bismillahirrahmanirrahim....
Wah, ternyata sudah lama ya aku nggak nulis lagi di blog ini. Maklumlah lagi sibuk. *Alias sok sibuk**hihihii...Tapi, tangan ini gatal pengen ngetik dan cerita. Jadi, biarkanlah tangan ini mengalir saja mengetik apa yang ada di kepala di curahkan dalam blog ini. Prolognya panjang banget ya. Ckckck...
Begini, begini...sehabis seminar aku disamperin sama peyakit yang belum ketemu obatnya. Apa nama penyakitnya ? yaitu *malas*. Hedeh, itu mah bukan penyakit tapi memang kebiasaaan ya.
Gara-gara yang satu itu, aku kagak punya semangat untuk merevisi dan konsultasi dengan doen pembimbing. Padahal dua dosen pembimbingku ada saja di kampus. Tapi, yang namanya kena malas jadi susah kan ??
Dua minggu berlalu, kuputuskan untuk memulainya dari awal lagi. Cieee...bahasanya gitu lo kayak sastara. Hehehhe...
Hari itu sabtu tanggal 12 Desember 2011. Nah, hari itu sebenarnya agenda lumayan padat sih. Ada seminar kewirausahaan di rektorat, trus juga janjian ketemu sama pelanggan. Dan lagi konsul tanpa kejelasan status. Lho kok bisa ??
Bisa dong. Jadi gini, dospemb 2 aku janji ketemuan hari sabtu untuk konsultasi kata beliau hubungi saja beliau. Tapi, jamnya kagak ditentukan. So, aku coba nelpon beliau pagi sekitar jam setengah 9. Awalnya ada nada trus di reject. Ngerti aja sih aku kalau seseorang mereject telpon artinya lagi sibuk. Ya udah aku sms saja.
Sambil menunggu sms aku ngantarin beberapa bros ke pelanggan di kampung melayu. Selesai transaksi langsung cabut lagi ke rektorat untuk seminar. Ternyata sudah rame karena telat akhirnya dapat bangku paling belakang. Tapi, nggak apa-apalah paling tidak enak keluar masuk, kalo-kalo dospem 2 sms.
Dan alhamdulillah sekitar pukul setengah sepuluh beliau sms. katanya ditunggu di ruangan belau jam sepuluh. Yo, wes langsung keluar dari ruangan seminar. Padalah seminarnya baru saja mulai. Tapi, daripada aku telat lebih baik menunggu di depan ruang dospem 2.
Kira-kira pukul sepulu beliau datang. Seperti biasa kalau beliau datang aku menunggu dulu beberapa menit kasihan kan kalau baru datang langsung didatangi. Tapi, beliau malah sms aku katanya sudah di tunggu di ruangan beliau.
Masuklah aku. Jujur sih agak takut. Maklum aku yang salah habis seminar kagak pernah konsultasi lagi. Minta ttd dan menyerahkan revisi serta bab IV. Kata beliau sih kalo Bab IV beliau sudah percaya 100 %. Langsung ke bab V dan VI saja lagi. Gubrak deh, dua bab itu kan harus menunggu pelatihan spss dulu.
Seperti biasa beliau adalah tipe orang yang nggak mau mahasiswa bimbingannya repot dan mempercayakan apa semua kepada mahasiswa dengan catatan kalau ada yang menurut beliau salah ya diberitahu. Kayaknya nggak nyampe sepuluh menit aku konsul. Keluar dari ruangan beliau sudah ada lagi yang menunggu.
Habis konsul aku ngobrol-ngobrol dengan kawan-kawan sebentar dan ke ruangan dospem 1. Beliau ternyata lagi kuliah di ruang PPAK. So, daripada aku menunggu balik lagi ke rektorat kalau tidak salah saat itu menunjukkan pukul setengah sebelas lewat sedikit.
Wah, sayang seribu sayang aku melewatkan acara yang seru. Padahal biasanya puncak-puncak acara itu ada pada saat pemaparan dan tanya jawab. Tapi, aku terlewatkan. Ya sudahlah. Jujur aku juga tidak terlalu konsen mengikuti seminar ini. Dan sekitar pukul dua belas aku balik lagi ke kampus.
Iseng-iseng mampir dulu ke bazaar depan rektorat. beli satu buku judulnya "Sungguh merugi". Di bazaar UKMM jualanku juga sisanya tidak terlalu banyak. Alhamdulillah ya lumayan lakunya. ^^
Hari mendung dan mulai rintik-rintik. Langsung saja aku bergegas ke kampus sebelum kehujanan. Dan benar sekali baru saja sampai di musolla kampus langsung lah hujan turun dengan derasnya.
Di kampus ternyata aku selisihan dengan dospem 1. Ya, sudah aku tunggu saja di depan ruang PPAK. Cukup lama menunggu sampai setengah tiga. Tapi melaht wajah beliau yang lelah akhirnya kukatakan pada beliau bahwa bahan revisiku kuletakkan di atas meja beliau. Dan senin baru konsul.
senin, 14 Des 2011
Wah, hari itu juga agenda lumayan padat. Pagi ada kuliah trus ada pembuaatan EKTP di kantor kelurahan. Dan aku juga harus konsultasi dengan dospem 1.Pulang kuliah sekitar pukul sepuluh langsung cabut ke kelurahan. Aku sudah di sana ternyata ortu dan adikku juga belum sampai. Lagipula ngantrinya juga cukup banyak. Setelah datang akhirnya ortu memutuskan untuk kembali lagi jam 2 siang.
Langsung deh aku balik lagi ke kampus. Di kampus ternyata aku selisiha lagi dengan dospem 1. Tapi, ditunggu sajalah. Sekitar jam dua belasan beliau baru datang ternayat jemput anak.
Konsul dengan beliau dapat saran-saran masukan. Hm, nyari jurnal, tambahkan variabel lagi. Dan sepertinya harus revisi lagi bab I, II dan III. Yah, nikmati sajalah. Nyari data, nyari jurnal dan ke bank lagi tentunya dengan muka tebal ya. Malu juga sih keseringan bolak balik.
Dan satu lagi, maaf ya pelanggan-pelangganku orderan kalian tidak bisa terpenuhi. Barang sih menumpuk di rumah sejak tanggal 18 des tapi apa daya, belum sempat di sortir dan packing. :(
Banjarmasin, 24 Des 2011
Wah, ternyata sudah lama ya aku nggak nulis lagi di blog ini. Maklumlah lagi sibuk. *Alias sok sibuk**hihihii...Tapi, tangan ini gatal pengen ngetik dan cerita. Jadi, biarkanlah tangan ini mengalir saja mengetik apa yang ada di kepala di curahkan dalam blog ini. Prolognya panjang banget ya. Ckckck...
Begini, begini...sehabis seminar aku disamperin sama peyakit yang belum ketemu obatnya. Apa nama penyakitnya ? yaitu *malas*. Hedeh, itu mah bukan penyakit tapi memang kebiasaaan ya.
Gara-gara yang satu itu, aku kagak punya semangat untuk merevisi dan konsultasi dengan doen pembimbing. Padahal dua dosen pembimbingku ada saja di kampus. Tapi, yang namanya kena malas jadi susah kan ??
Dua minggu berlalu, kuputuskan untuk memulainya dari awal lagi. Cieee...bahasanya gitu lo kayak sastara. Hehehhe...
Hari itu sabtu tanggal 12 Desember 2011. Nah, hari itu sebenarnya agenda lumayan padat sih. Ada seminar kewirausahaan di rektorat, trus juga janjian ketemu sama pelanggan. Dan lagi konsul tanpa kejelasan status. Lho kok bisa ??
Bisa dong. Jadi gini, dospemb 2 aku janji ketemuan hari sabtu untuk konsultasi kata beliau hubungi saja beliau. Tapi, jamnya kagak ditentukan. So, aku coba nelpon beliau pagi sekitar jam setengah 9. Awalnya ada nada trus di reject. Ngerti aja sih aku kalau seseorang mereject telpon artinya lagi sibuk. Ya udah aku sms saja.
Sambil menunggu sms aku ngantarin beberapa bros ke pelanggan di kampung melayu. Selesai transaksi langsung cabut lagi ke rektorat untuk seminar. Ternyata sudah rame karena telat akhirnya dapat bangku paling belakang. Tapi, nggak apa-apalah paling tidak enak keluar masuk, kalo-kalo dospem 2 sms.
Dan alhamdulillah sekitar pukul setengah sepuluh beliau sms. katanya ditunggu di ruangan belau jam sepuluh. Yo, wes langsung keluar dari ruangan seminar. Padalah seminarnya baru saja mulai. Tapi, daripada aku telat lebih baik menunggu di depan ruang dospem 2.
Kira-kira pukul sepulu beliau datang. Seperti biasa kalau beliau datang aku menunggu dulu beberapa menit kasihan kan kalau baru datang langsung didatangi. Tapi, beliau malah sms aku katanya sudah di tunggu di ruangan beliau.
Masuklah aku. Jujur sih agak takut. Maklum aku yang salah habis seminar kagak pernah konsultasi lagi. Minta ttd dan menyerahkan revisi serta bab IV. Kata beliau sih kalo Bab IV beliau sudah percaya 100 %. Langsung ke bab V dan VI saja lagi. Gubrak deh, dua bab itu kan harus menunggu pelatihan spss dulu.
Seperti biasa beliau adalah tipe orang yang nggak mau mahasiswa bimbingannya repot dan mempercayakan apa semua kepada mahasiswa dengan catatan kalau ada yang menurut beliau salah ya diberitahu. Kayaknya nggak nyampe sepuluh menit aku konsul. Keluar dari ruangan beliau sudah ada lagi yang menunggu.
Habis konsul aku ngobrol-ngobrol dengan kawan-kawan sebentar dan ke ruangan dospem 1. Beliau ternyata lagi kuliah di ruang PPAK. So, daripada aku menunggu balik lagi ke rektorat kalau tidak salah saat itu menunjukkan pukul setengah sebelas lewat sedikit.
Wah, sayang seribu sayang aku melewatkan acara yang seru. Padahal biasanya puncak-puncak acara itu ada pada saat pemaparan dan tanya jawab. Tapi, aku terlewatkan. Ya sudahlah. Jujur aku juga tidak terlalu konsen mengikuti seminar ini. Dan sekitar pukul dua belas aku balik lagi ke kampus.
Iseng-iseng mampir dulu ke bazaar depan rektorat. beli satu buku judulnya "Sungguh merugi". Di bazaar UKMM jualanku juga sisanya tidak terlalu banyak. Alhamdulillah ya lumayan lakunya. ^^
Hari mendung dan mulai rintik-rintik. Langsung saja aku bergegas ke kampus sebelum kehujanan. Dan benar sekali baru saja sampai di musolla kampus langsung lah hujan turun dengan derasnya.
Di kampus ternyata aku selisihan dengan dospem 1. Ya, sudah aku tunggu saja di depan ruang PPAK. Cukup lama menunggu sampai setengah tiga. Tapi melaht wajah beliau yang lelah akhirnya kukatakan pada beliau bahwa bahan revisiku kuletakkan di atas meja beliau. Dan senin baru konsul.
senin, 14 Des 2011
Wah, hari itu juga agenda lumayan padat. Pagi ada kuliah trus ada pembuaatan EKTP di kantor kelurahan. Dan aku juga harus konsultasi dengan dospem 1.Pulang kuliah sekitar pukul sepuluh langsung cabut ke kelurahan. Aku sudah di sana ternyata ortu dan adikku juga belum sampai. Lagipula ngantrinya juga cukup banyak. Setelah datang akhirnya ortu memutuskan untuk kembali lagi jam 2 siang.
Langsung deh aku balik lagi ke kampus. Di kampus ternyata aku selisiha lagi dengan dospem 1. Tapi, ditunggu sajalah. Sekitar jam dua belasan beliau baru datang ternayat jemput anak.
Konsul dengan beliau dapat saran-saran masukan. Hm, nyari jurnal, tambahkan variabel lagi. Dan sepertinya harus revisi lagi bab I, II dan III. Yah, nikmati sajalah. Nyari data, nyari jurnal dan ke bank lagi tentunya dengan muka tebal ya. Malu juga sih keseringan bolak balik.
Dan satu lagi, maaf ya pelanggan-pelangganku orderan kalian tidak bisa terpenuhi. Barang sih menumpuk di rumah sejak tanggal 18 des tapi apa daya, belum sempat di sortir dan packing. :(
Banjarmasin, 24 Des 2011
Langganan:
Postingan (Atom)


